KEDWIBAHASAAN

PROBLEMATIKA KEDWIBAHASAAN
DENGAN INTELEGENSI, DAN FUNGSI KOGNITIF PADA SISWA SBI

Dewi Rohmah
.
Abstrak: Persoalan siswa dibesarkan dalam situasi mengalami hambatan dalam perkembangan inteleknya. Hal tersebut disebabkan karena siswa ini harus berpikir dalam bahasa yang satu dan berbicara dengan bahasa yang lain, sehingga mengalami kesalahan mental. Begitu pula dengan hasil tes intelegensinya yang rendah (terutama tes yang menuntut kemampuan berbahasa). Ada pendapat lain yang mengatakan sebaliknya bahwa siswa dwibahasawan dalam hal IQ sedikit lebih tinggi daripada siswa ekabahasawan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat membuktikan keabsahan kedwibahasaan berpengaruh positif terhadap intelegensi dan fungsi kognitif. Metode mengukur siswa termasuk ekabahasawan atau dwibahasawan, melalui pengukuran: waktu reaksi seseorang terhadap dua bahasa, kecepatan reaksi, dan kemampuan siswa dalam melengkapi kalimat

Kata kunci: problematika kedwibahasaan, intelegensi, fungsi kognitif, siwa SBI.

Kebanyakan orang belajar lebih dari satu bahasa dalam dunia ini. Seorang siswa mungkin dapat mengetahui atau belajar dua bahasa atau lebih dari permulaan hidupnya, umpamanya kalau orang tuanya menggunakan bahasa yang berbeda di rumah dan di luar rumah. Dalam hal ini kita masih dapat menamakan kedua bahasa itu pemerolehan B1, meskipun bukan satu tetapi dua bahasa yang merupakan B1-nya. Hal ini menjadi pendapat Klein(dalam Nababan, 1992). Orang seperti inilah dapat disebut dwibahasawan yang alamiah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: