LAPORAN PERJALANAN

Posted in Laporan Perjalanan on November 8, 2010 by dewirohmah

Perjalanan Kuliner

Oleh Siswa XI MM C

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah tugas BAHASA INDONESIA (membuat laporan wisata kuliner)  berdasarkan pengajaran (petunjuk) Bapak/Ibu guru pengajar.

Laporan ini kami susun dalam bentuk data, serta laporan ini juga akan kami presentasikan. Laporan ini telah kami susun berdasarkan diskusi dan pengamatan dari kelompok kami. Semoga laporan ini dapat memberikan inspirasi bagi teman-teman dan pemilik depot yang lainnya.

Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman yang telah menyusun dan yang membantu dalam penyelesaian tugas ini. Atas kerja sama dan partisipasinya kami ucapkan terimakasih.

8 Oktober 2010

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Mengenal Ibukota Kabupaten Malang Kepanjen? Saya yakin pasti sudah. Tapi sudahkah Anda mencicipi Makanan Khasnya? Nah, jawabannya pasti Apa makanan khasnya? Dimana tempatnya? Apa enak?Jawabannya adalah Es Gunung, dengan cita rasa yang luar biasa enak. Depot Es Gunung berada di depan Pasar Besar Kepanjen, Kabupaten Malang. Depot dengan ukuran cukup besar ini, menawarkan sejumlah panganan, yakni Bakso, Mie Ayam, dan Es.

Namun yang paling spesial di depot ini adalah es nya, sesuai dengan namanya Es Gunung. Kita akan mendapatkan sajian satu mangkok es dengan isi yang bermacam-macam. Kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati 1 ( satu ) mangkok Es Gunung, karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

Es Gunung merupakan campuran dari berbagai bahan yang alami dan tidak menggunakan pemanis buatan. Mengapa dikatakan Es Gunung, karena serutan Es batunya sangat tinggi untuk ukuran normal sebuah es. Maka oleh sang pemilik dinamakan Es Gunung. Es ini akan lebih nikmat jika disantap di siang hari yang panas.

Depot Es Gunung buka setiap hari, mulai pukul 09.00 sampai 21.00 wib. Depot ini telah berdiri kurang lebih 15 tahun, sang pemilik sama sekali tidak mengganti resep sejak dahulu hingga sekarang, sang pemilik merasa komposisi bahan yang disajikan telah pas. Terbukti dengan selalu ramainya pelanggan yang datang untuk menikmati Es Gunung.

Jadi, Anda yang suka sekali wisata kuliner, terutama jajanan, wajib hukumnya untuk mencoba yang satu ini, Es Gunung Kepanjen. Jangan bilang anda “Penikmat Es Sejati” jika belum mencoba yang satu ini, saya jamin pasti ketagihan karena es ini sangat Suegeeeeeeeerrrrrrrrrr Pooooooooooooooolllllllll, Uennnakkkkkkkkkkkkkk Tennaaaaaaaannnnnnnn!.

Kami melakukan kunjungan ke depot tersebut dikarenakan kami ingin tahu mengapa depot tersebut ramai dikunjungi para pelanggan dan kami juga ingin mengetahui menu makanan dan minuman yang terkenal di depot tersebut dengan harganya yang terjangkau.

1.2 MASALAH

  • Ø Menu makan apa saja yang terdapat di depot tersebut ?
  • Ø Menu minuman apa saja yang terdapat di depot tersebut ?
  • Ø Mengapa di beri nama  ‘Depot Es Gunung’ ?
  • Ø Mengapa depot tersebut sangat ramai dikunjungi para pelanggan ?
  • Ø Apa tindakan pemilik depot agar konsumenya semakin bertambah ?
  • Ø Mengapa pemilik memilih tempat di depan Pasar Kepanjen untuk membuka depot tersebut ?

1.3 TUJUAN

ü TUJUAN UMUM :

–         Untuk mengerjakan tugas Bahasa Indonesia ( Laporan Perjalanan ).

–         Untuk mengetahui informasi yang lebih rinci dari ‘Depot Es Gunung’.

ü TUJUAN KHUSUS :

–         Untuk mengetahui menu makanan apa saja yang terdapat di depot tersebut.

–         Untuk mengetahui menu minuman apa saja yang terdapat di depot tersebut.

–         Untuk mengetahui mengapa di beri nama  ‘Depot Es Gunung’.

–         Untuk mengetahui mengapa depot tersebut sangat ramai dikunjungi para pelanggan.

–         Untuk mengetahui apa tindakan pemilik depot agar konsumenya semakin bertambah.

–         Untuk mengetahui mengapa pemilik memilih tempat di depan Pasar Kepanjen untuk membuka depot tersebut.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1      Es adalah air yang dibekukan di dalam frezer. Sedangkan es gunung adalah es yang dicampur dengan berbagai macam buah yaitu, nanas, sirsak, sawo, melon, tomat, anggur, apel, pear, belimbing, semangka dan bahan tambahan lainnya yaitu, nata de coco, dawet, cincau, rumput laut, kacang hijau, kolang-kaling.

2.2      Jenis-jenis es adalah :

–           Es yang menyehatkan

–           Es yang tidak berfungsi untuk kesehatan.

Es gunung masuk kategori jenis es yang tidak berfungsi untuk kesehatan karena es gunung hanya mengandung unsur enak saja dan tidak memiliki unsure kesehatan dan tidak memiliki fungsi untuk mengobati penyakit tertentu.


PEMBAHASAN

3.1 HASIL LAPORAN PERJALANAN

Kami melaksanakan wisata kuliner di “Depot Es Gunung” yang bertempat di depan pasar kepanjen pada hari jum’at, 8 Oktober 2010. Kami memesan beberapa menu andalan dari depot tersebut. Menu andalan dari “Depot Es Gunung” antara lain : Bakso Gunung Spesial, Mie ayam special, mie ayam istimewah, es gunung, es teller, es degan, es blewah.

Alasan kami memilih “depot es gunung” ini karena tempatnya strategis, bersih, enak buat ngumpul bareng sama teman-teman. Selain itu makanannya pun enak-enak dan pelayanannya sangat memuaskan.

3.2 OPINI

“Depot Es Gunung” selalu ramai dengan pengunjung. Selain itu fasilitas dari “Depot Es Gunung” lumayan lengkap. Para karyawannya juga banyak dan ramah.

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Es Gunung merupakan es yang banyak digemari anak remaja sekarang. Oleh karena itu, banyak sekali dijual es gunung dimana-mana. Salah satunya di depot  ‘’ Es gunung ’’ . Es ini hanya untuk dinikmati untuk orang-orang dan tidak  dikonsumsi  untuk obat. Mungkin es ini tidak dikonsumsi untuk obat tapi banyak orang yang meminati karena di dalam es gunung ini banyak sekali terdapat bermacam-macam buah-buahan dan bisa digunakan untuk vitamin.

4.2 SARAN

v Sebaiknya pihak depot memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.

v Menambah fasilitas yang lebih baik seperti member hotspot agar konsumennya lebih banyak.

v Menambah menu-menu makanan dan minuman yang lain agar semakin banyak menu yang tersedia.

v Merenovasi depot sebagus mungkin agar konsumen tertarik untuk mampir ke depot tersebut.

v Pelayanan parkiran lebih diamankan agar konsumen yang mampir ke tempat es gunung yang membawa kendaraan lebih nyaman.

4.3 PENUTUP

Dengan terselesainya tugas Laporan Kuliner ini, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendukung selama proses pembuatan laporan awal hingga akhir. Dan tak lupa penulis juga ingin menyampaikan permohonan maaf jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan selama pengerjaan Laporan Kuliner ini berlangsung.

Penulis berharap semoga apa yang dihasilkan oleh penulis dapat bermanfaat bagi banyak orang dan khususnya pihak yang bersangkutan nantinya. Dalam pembuatan Laporan Kuliner ini masih banyak ditemui kesalahan-kesalahan baik dalam ejaan maupun pemilihan kata yang di pakai. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kepada semua pembaca agar memberikan saran dan kritik yang membangun dan dapat membuat lebih baik lagi.

Demikian Penulis mengakhiri Tugas Laporan Kuliner ini, terima kasih.

WANITA MELAYU RANTAU

Posted in Tulisan Ilmiah on Juli 4, 2009 by dewirohmah

I.    PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Studi tantang peranan wanita saat ini cukup mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah. Ini berarti semakin banyak kaum hawa yang dilahirkan di muka bumi maka seharusnya semakin besar pula perannya dalam mengatur masyarakat. Namun ketidakberimbangan peran wanita dalam masyarakat menjadikan permasalahan yang cukup berarti bagi pemerintah.

Fenomena bergesernya peranan politik wanita khususnya keturunan Melayu disinyalir mengakibatkan keterpurukan budaya Melayu. Potensi lebih yang dimiliki oleh tanah kelahiran mereka kurang bisa tereksplorasi dengan baik sehingga berbuntut timbulnya keinginan pihak lain untuk dapat memanfaatkannya.

Bukti tentang hal tersebut dapat dilihat di media cetak maupun elektronik, seperti tidak cukup hanya mengklaim lagu Rasa Sayange salah satu negara tetangga kita kembali diberitakan mengklaim kesenian Reog sebagai kesenian asli mereka. Meski persoalan sebernarnya belum dibuktikan secara empiris, cuplikan tersebut sudah cukup membuat khawatir para pemerhati sejarah kebudayaan Melayu.

Salah satu faktor penentu terjadinya hal di atas bisa juga karena terbatasnya kemampuan berpolitik wanita Melayu yang diwujudkan dalam minimnya peran wanita Melayu dalam lembaga sosial kemasyarakatan atau organisasi yang bergerak di bidang politik. Wanita keturunan Melayu kebanyakan terkungkung dalam adat yang mengharuskan agar wanita itu menjadi penurut.

Akar permasalahan itu tidak luput dari faktor budaya yang sudah terbentuk jauh sebelum negara ini merdeka. Konsep budaya yang masih dipertahankan antara lain pada orang Minang dikenal konsep ‘rantau’ yang bermakna suatu tempat di luar kampung halaman. Konsep itulah yang mendasari tulisan ini.

Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara

Posted in Pendidikan on Juli 4, 2009 by dewirohmah

Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara

oleh: Dewi Rohmah

Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa konsep dasar berbicara harus dipahami oleh pengajar sebelum mengajarkan berbicara kepada siswanya. Terdapat lima konsep, yakni: pwnyimak, pembicaraan, media, sarana, dan pembicara (Iskandarwassid, 2008).

  1. A. Aspek Konsep Dasar Berbicara
  2. Penyimak

Keberhasilan berbicara, dapat dilihat dilihat pertama kali pada penyimak atau pendengar. Cara yang digunakan adalah dengan menganalisis situasi dan kebutuhan pingkat pendidikan, endendengar. Dengan cara ini akan menghindarkan dari kesalahan-kesalahan dalam berbicara.

Ada beberapa bidang analisis, yakni:

1)      Harapan dan tujuan dari orang yang berbicara

2)     Harapan dan keinginan/kebutuhan pendengar

3)     Organisasi pada umumnya dan tempat berbicara (maksudnya ketepatan dalam memulai dan menutup pembicaraan).

  1. Pembicaraan

Sebelum pembicaraan berlangsung, maka pembicara seharusnya mempersiapkan apa yang akan dibicarakan (Tarigan, 1981:25). Diantaranya:

1)      Menentukan materi/topik

Materi atau pembicaraan yang dimaksud adalah menarik, bermanfaat, dan aktual.

2)     Menguasai materi

Penguasaan materi dapat ditempuh dengan cara mempelajari, memahami, dan berusaha menguasi materi materi pembicaraan. Yaitu dengan menelaah berbagai sumber acuan yang berkaitan dengan topik pembicaraan.

3)     Memahami khalayak

Pembicaraan disesuaikan dengan jumlah, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, minat/ kebiasaan, agama/kepercayaan yang dianut.

4)     Memahami situasi

Mengetahui situasi pada saat pembicaraan berlangsung (lokasi, ruangan, waktu, sarana penunjang, dan suasana pembicaraan)

5)     Merumuskan tujuan yang jelas

Pembicaraan harus mempunyai tujuan yang jelas. Apakah bertujuan menghibur, menginformasikan, menstimuli, meyakinkan, atau menggerakkan.

  1. Media dan Sarana

Pembicaraan dapat disampaikan dengan lebih menarik jika didukung dengan memberikan ilustrasi yang tepat, dan menggunakan alat bantu yang tepat. Misalnya menggunakan kaset, computer, gambar, dsb.

  1. Pembicara

Pembicara adalah unsur  penting yang menentukan efektifitas retorik (Hendrikus, 2003:144).

1)      Memiliki pengetahuan yang luas

2)     Kepercayaan diri yang cukup

3)     Berpenampilan yang sesuai

4)     Memiliki artikulasi yang jelas

5)     Jujur, ikhlas, kreatif dan bersemangat

6)     Tenggang rasa dan sopan santun

  1. B. Tujuan Pembelajaran Keterampilan Berbicara

Pada tingkat pemula, tujuan pembelajaran keterampilan berbicara mellliputi: melafalkan bunyi-bunyi bahasa, menyampaikan informasi, menyatakan setuju atau tidak setuju, menjelaskan identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan/bacaan, menyatakan ungkapan rasa hormat, dan bermain peran.

Untuk tingkat menengah, tujuan pembelajaran keterampilan berbicara dapat dirumuskan: menyampaikan informasi, berpartisipasi dalam percakapan, menjelaskan identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan atau bacaan, melakuakan wawancara, bermain peran, menyampaikan gagasan dalam diskusi atau pidato.

Tingkat paling tinggi, dapat dirumuskan bahwa: menyampaikan informasi, berpartisipasi dalam percakapan, menjelaskan identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan atau hasil bacaan, berpartisipasi dalam wawancara, bermain peran, dan menyampaikan gagasan.

  1. C. Strategi  Pembelajaran Keterampilan Berbicara

Strategi kompetensi disebut juga dengan strategi komunikasi atau communication strategies (Thornburry, 2006: 29).

Ada beberapa hal yang yang harus diperhatikan dalam strategi komunikasi yakni:

  • Menggunakan kata-kata yang banyak/tidak langsung (tidak to the point)
  • Pembentukan kata baru (pilihan kata yang baru)
  • Mengubah kata-kata baru agar lebih dikenal (penyerapan kata asing), contoh: karpet.
  • Menggunakan kata yang saling berhubungan atau kata-kata alternatif (Menyederhanakan kata-kata yang masih khusus). Contoh: meja kerja
  • Menggunakan kata-kata yang umum atau sudah dikenal.
  • Menggunakan ekspresi atau alih kode, contoh:menggunakan bahasa jawa karma pada orang yang lebih tua.
  • Menggunakan gerak tubuh atau mimik untuk meyakinkan maksud yang kita inginkan.

Terdapat beberapa aktivitas yang mempermudah seorang siswa untuk belajar keterampilan berbicara, seperti mengubah topik, merespon atau menolak atau dapat dikenal dengan Awareness-Raising Activities. untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni:

1)   Attention (memperhatikan)

2)  Noticing ( mengenali)

3) Understanding (memahami)

Strategi pembelajaran berbicara merujuk pada prinsip stimulus- respons, yakni memberi dan menerima informasi. Rancangan program pengajaran untuk mengembangkan keterampilan berbicara antara lain:

a)  Aktivitas mengembangkan keterampilan bicara secara umum

b)  Aktifitas mengembangkan bicara secara khusus untuk membentuk model diksi da ucapan, dan mengurangi penggunaan bahas nonstandard

c)  Aktifitas mengatasi masalah yang meminta perhatian khusus:

  • Peserta didik menggunakan bahasa ibunya sangat dominan
  • peserta didik yang mengalami problema kejiwaan, pemalu dan tertutup
  • Peserta didik yang menderita hambatan jasmani yang berhubungan dengan alat-alat bicaranya.

Program pengajaran keterampilan berbicara harus mampu memberikan kesempatan kepada setiap individu mempunyai tujuan yang dicita-citakan. Tujuannya, meliputi:

1)      Kemudahan berbicara

2)     Kejelasan

3)     Bertanggung jawab

4)     Membentuk pendengaran yang kritis

5)     Membentuk kebiasaan

Pemilihan strategi atau gabungan metode dan teknik pembelajaran terutama didasarkan pada tujuan dan materi yang telah ditetapkan pada satuan-satuan kegiatan belajar. Dalam hal tersebut keterlibatan intelektual peserta didik dapat dilatihkan dalam kegiatan antara lain: bermain peran, berbagai bentuk diskusi, wawancara, bercerita, pidato, laporan lisan, membaca nyaring, merekam bicara, bermaian drama.

  1. D. Teknik-teknik Pembelajaran Keterampilan Berbicara

1)   Berbicara terpimpin

  • Frase dan kalimat
  • Satuan paragraph
  • Dialog
  • Pembacaan puisi

2)  Berbicara semi terpimpin

  • Reproduksi cerita
  • Cerita berantai
  • Menyusun kalimat dalam pembicaraan
  • Melaporkan isi bacaan secara lisan

3)  Berbicara bebas

  • Diskusi
  • Drama
  • Wawancara
  • Berpidato
  • Bermain peran

Berdasarkan tingkatatan berbicara, teknik pembelajaran untuk

  • tingkat pemula dapat digunakan:

Ulang ucap, lihat ucap, permainan kartu kata, wawancara, permainan memori, reka cerita gambar, biografi, manajemen kelas, bermain peran, permainan telepon, dan permainan alfabet.

  • Tingkat menengah

Dramatisasi, elaborasi, reka derita gambar, biografi, permainan memori, wawancara, permainan kartu kata, diskusi, permainan telepon, percakapan satu pihak, pidato pendek, parafrase, melanjutkan cerita, permainan alfabet.

  • Tingkat yang paling tinggi

Dramatisasi, elaborasi, reka cerita gambar, biografi, permainan memori, diskusi, wawancara, pidato, melanjutkan cerita, talk show, parafrase, dan debat.

Teori-Teori Belajar Perilaku

Posted in 1 with tags on Februari 14, 2009 by dewirohmah

Pragmatik

Posted in Linguistik on Februari 10, 2009 by dewirohmah

Posted in PETA KONSEP on Februari 10, 2009 by dewirohmah

peta-konsep

CERPEN

Posted in CERPEN on Februari 10, 2009 by dewirohmah

darba26